Powered By Blogger

Jumat, 11 April 2014

Ida Moena Maulina: MENGINTIP PERKEMBANGAN GENERASI ACEH DI MASA DEPAN...

Ida Moena Maulina: MENGINTIP PERKEMBANGAN GENERASI ACEH DI MASA DEPAN...:       “ Aceh bumoe aulia, Aceh tanoh syuhada”. Mungkin itulah segelintir bait syair Aceh yang sering dilantunkan tetua Aceh dulu. Betapa...

MENGINTIP PERKEMBANGAN GENERASI ACEH DI MASA DEPAN


      “Aceh bumoe aulia, Aceh tanoh syuhada”. Mungkin itulah segelintir bait syair Aceh yang sering dilantunkan tetua Aceh dulu. Betapa tidak, Aceh adalah pusat perkembangan Islam pertama di Nusantara, dengan Kerajaan Pereulak dan Samudera Pasai nya. Aceh juga satu-satunya wilayah di Nusantara dengan peraturan daerah mengenai syariat Islamnya. Ini jelas membuktikan bahwa Islam tumbuh dengan baik di bumi Aulia ini.
Namun, seiring berkembangnya peradaban dan teknologi di dunia, Aceh ternyata juga kena getahnya. Generasi penerus Aceh semakin hari semakin memprihatikan. Akhlak dan moral sudah tidak lagi dikedepankan. Islam dianggap asing dan terpisah dari kehidupan sehari-hari. Banyak orang tua berlomba-lomba bersaing menyekolahkan anaknya di sekolah ilmiah terhebat tanpa memperdulikan aspek spiritual yang seharusnya diajarkan sejak dini pada anak-anak penerus bangsa. Dewasa ini masih banyak diantara para orang tua yang khawatir dan tidak mempercayakan anaknya dengan lembaga pendidikan Islam seperti dayah atau pesantren-pesantren. Mereka beranggapan bahwa dayah/pesantren tidak akan memberikan masa depan yang cerah bagi anak-anak mereka. Mereka merasa malu jika anak mereka tidak bersekolah di sekolah-sekolah hebat atau tidak berprestasi di ilmu duniawi.
Kemudian, bicara pengaruh teknologi, salah satu contohnya adalah warnet atau warung internet yang kian hari kian menjamur di seluruh tempat di Aceh, dan konsumen terbesarnya adalah anak-anak yang seharusnya sedang giat menuntut ilmu pengetahuan dan agama. Warnet sudah layaknya rumah kedua bagi anak-anak tersebut, terutama bagi anak laki-laki, bahkan, ada yang rela bolos sekolah demi bermain PB atau poker istilahnya di Game online di warung internet tersebut.
Sebagaimana kita ketahui, Internet adalah pintu masuk ke seluruh informasi yang ada di dunia, semua hal yang kita ketahui dapat diakses dengan mudah melalui Internet, lalu tidakkah kita khawatir akan apa saja yang akan didapatkan anak-anak di Internet tersebut ? banyak hal yang seharusnya tidak boleh atau belum saatnya mereka ketahui, dapat dicari dengan mudah di internet terutama hal-hal yang berbau pornografi. Ini sangat merusak akhlak dan moral generasi bangsa ini, terutama Aceh. Maka, tidakkah kita khawatir dengan masa depan tanah ini ?
Bicara anak-anak penerus bangsa, berarti juga menyinggung peran keluarga dalam pola pengasuhan sang anak. Keluarga berperan penting dalam mengontrol kegiatan harian anak, apa yang anak lakukan, apa yang anak pelajari dan dengan siapa anak bergaul, sudah sepatutnya bagi orangtua untuk mengetahui hal tersebut. Jika keluarga terutama orang tua saja sudah tidak peduli dengan anak-anak mereka, lalu siapa lagi yang akan menjaga dan mengontrol perkembangan anak, lalu bagaimana nasib bangsa ini terutama Aceh jika para penerus masa depannya saja sudah tidak lagi layak untuk melanjutkan perjuangan pejuang-pejuang tanah air dulu ?
Maka, kenapa kita harus berpangku tangan saat banyak hal yang masih bisa kita lakukan ? it’s not too late untuk melakukan perubahan. Untuk para orangtua menjadi lebih dekatlah dengan anak-anak agar dapat mengontrol perkembangan yang terjadi, dan mengajarkan hal-hal yang berguna untuk anak karena keluarga adalah madrasah pertama bagi mereka. Dan untuk pemerintah, beberapa kebijakan seperti tidak menonton TV setelah magrib seperti yang sudah disosialisasikan mungkin akan membantu jika berjalan dengan efektif. Dan yang paling penting, untuk diri kita sendiri, berdayakan diri kita untuk melakukan perubahan pada ummat untuk masa depan generasi bumoe aulia ini.