Darussalam, 22 april 2012
Kepada yang terkasih bagi Allah..
Baginda Rasulullah SAW
di_
Jannatul firdaus
Kepada Rasulullah,Muhammad SAW….
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh….
Rasulullah,apa kabar ? bagaimana keadaanmu di surga ? aku yakin Allah pasti menempatkanmu di tempat yang paling istimewa,betapa tidak, engkau adalah kekasih_Nya..
Rasul, sebelumnya aku minta maaf, mungkin engkau terkejut dan kaget tiba-tiba di sodorkan sebuah surat kepadamu dari orang yang tidak engkau kenal, maka dari itu izinkan aku untuk memperkenalkan diriku ya Rasul..Aku adalah umatmu yang hidup 1340 tahun setelah masa kehidupanmu,aku tinggal di suatu negeri yang terletak sangat jauh dari negeri tempat tinggalmu,yaitu di Indonesia,mungkin nama itu terdengar asing bagimu, negeri kami berdiri pada tahun 1945,sekitar 1273 tahun setelah kematianmu..
Ya Rasul,sebenarnya sudah lama aku ingin mengirimkan surat ini kepeadamu,tapi entah mengapa,selalu ku urungkan niat ku itu,terkadang batinku berbisik, “tidak,tidak mungkin surat dari seseorang yang hina ini akan sampai ke Rasulullah,pasti akan banyak pos-pos penyeleksian yang harus dilewati dengan berbagai rintangan,” selalu saja begitu ya Rasul, kemudian aku ingat, aku pernah mendengar kisah tentangmu,mereka bilang kalau engkau ya Rasul tidak pernah membuat orang lain sakit hati,tidak pernah meremehkan dan memandang rendah orang lain,kemudian mereka juga bilang.engkau bahkan tidak pernah membalas perbuatan dzalim yang dilakukan musuh-musuhmu terhadapmu, itulah mengapa aku memberanikan diri,membulatkan tekadku untuk mengirim sepucuk surat kepadamu,dan aku yakin engkau pasti akan menerima hadirnya sepucuk surat ini.
Ya Rasul,sebenarnya ada banyak hal yang ingin aku tanyakan dan ceritakan kepadamu,
Ya Rasul, Apa pendapatmu mengenai cinta ya rasul ? Apakah jika seseorang itu hanya mengumbar-umbar kata cinta,tapi tidak pernah melakukan apa yang diinginkan oleh orang yang dicintainya itu disebut cinta ? atau apakah jika seseorang itu hanya mencintai orang yang dicintainya saja,namun tidak mencintai Zat dan orang lain yang mencintai orang yang dicintainya itu juga disebut cinta ?
Ya Rasul,aku telah mengenal namamu semenjak aku diajarkan dan diperkenalkan kepada islam oleh kedua orang tuaku, kira-kira waktu itu umurku 7 tahun, tapi aku tidak benar-benar peduli dengan nama Muhammad,aku bahkan tidak tau Muhammad itu siapa,kenapa orang tuaku sering menyebut-nyebutnya dalam shalat mereka,dan mengatasnamakan setiap perbuatan yang mereka lakukan atas nama Muhammad, aku benar-benar tidak peduli.
Ya rasul,seiring bertambahnya usia dan ilmu agama yang aku milki, rasa penasran itu mulai muncul,tersirat hanya sekejap lalu menghilang dan membuat aku lupa kembli akan rasa penasaran ku,aku masih benar-benar “buta” tentangmu,kemudian pada suatu hari,karena orang tuaku tahu aku suka sekali membaca,maka orang tuaku menghadiahkan sebuah buku kumpulan kisah-kisah nabi pada ulang tahunku yang ke 9, aku bahkan masih ingat sampulnya yang hitam dan liris-liris dengan gambar ka’bah pada sampulnya. Aku mulai membaca buku tersebut,tidak ada satu halaman pun yang aku lewatkan mulai dari kisah nabi Adam dan Hawa seta pembunuhan pertama kali di muka bumi yang dilakukn oleh Qabil anaknya,kemudian kisah Ibrahim dan Ismail yang saling mencintai dan rela berkorban karena Allah,hingga ke nabi pada urutan ke 25, yaitu engkau,wahai Rasulullah. Itu adalah pertama kalinya aku membaca sejarah kehidupanmu,dan itu juga belum cukup untuk membuat rasa penasaran ini bangkit kembali.
Ya rasul,jujur,pada waktu itu aku taqlid.aku memang mendirikan shalat,aku memang berpuasa, dan aku juga bershalawat kepadamu, tapi aku bahkan tidak mengerti untuk apa aku melakukan itu semua,yang aku tahu,aku harus menuruti orang tuaku,dan apa yang mereka perintahkan akan aku lakukan.jadi,ketika orang tuaku tidak menyuruhku shalat,aku tidak melakukannya,dan aku tidak merasa bersalah atau semacamnya pada saat itu. Astaghfiirullah…
Ya Rasul,mengetahui keadaanku yang seperti itu,orang tuaku langsung mengirimkan aku ke sebuah tempat,kalau di negeri kami dikenal dengan pesantren wahai Rasulullah,yaitu suatu madrasah dimana kita bisa belajar ilmu agama Islam lebih banyak. Di situlah aku mendapatkan banyak hal-hal yang aku yakin akan membahagiakan aku dunia akhirat,di situlah rasa penasaranku bangkit mengebu-gebu,disitulah aku mengerti untuk apa aku diciptakan, dan untuk apa saja tugasku selama di dunia ini,dan disitu jugalah,aku mengetahui siapa engakau ya Rasulullah,dan untuk apa engkau di utus kepada kami..
Ya rasul, seaindanya saja aku bisa bertemu denganmu,dalam mimpi pun boleh ya Rasul,aku ingin sekali menatap matamu,aku ingin membuktikan kebenaran perkataan sahabat mengenai fisikmu yang luar biasa,mereka mengatakan kalau bulu matamu itu lentik,perawakanmu bagus,tubuhmu tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu pendek, dan rambutmu hitam bergelombang,aku ingin sekali membuktikannya ya Rasul,aku bahkan tidak punya bayangan bagaimana rupamu itu,aku yakin katampanan yang engkau miliki tidak ada bandingannya dengan laki-lakilain yang ada di dunia,bahkan Nabi Yusuf pun yang membuat semua wanita terpana dan menyayat jari meraka sendiri itu diciptakan dari Nur mu Ya muhammad,subhanallah..
Ya Rasul,seandainya saja aku ditakdirkan oleh Tuhanku untuk hidup pada zamanmu,aku tidak tahu apakah aku masuk ke dalam orang yang beriman kepadamu atau tidak,atau jika pun aku beriman kepadamu,aku juga tidak tau apakah aku bisa mengurangi penat dan letihmu dalam menegakkan kalimatul haq di muka bumi ini.
Ya Rasul,berbicara mengenai kematian dan kselamatan iman di akhir hayat,itu adalah hal yang sangat uku urgensikan dalam kehidupanku,bukannya aku takut mati wahai rasul,tapi aku tidak bisa menjamin keselamatan imanku hingga nafas ku tinggal di tenggorokan,aku tidak bisa membyangkan bagaimana rasa sakit akan kematian itu, engkau saja wahai rasul yang telah dipilih oleh Zat yang memegang nyawa manusia sebagai kekasihnya,masih merasakan sakit saat nyawamu dicabut lalu bagaimana dengan kami ya rasul, yang tidak ada dalam list orang-orang yang mengikuti sunnah rasulnya. Bagaimana rasa sakit itu ya rasul ? engkau saja menagis ya rasul,bagaimana dengan kami ? dan yang paling mengharukan dan membuat aku semakin mencintaimu adalah di saat malaikat Izrail mencabut nyawamu dengan pelan-pelan,di antara rasa sakitmu, engkau masih memeperdulikan keadaan kami,engkau masih bertanya bagaimana keadaan umatku kepada Izrail,dan dalam rasa sakitmu jua,”ummati ummatii”, hanya kata-kata itu yang terdengar di lidahmu. Subhanallah, engkau patut menjadi kekasih Allah..
Ya Rasul,aku adalah umat yang hidup pada akhir zaman,aku sangat takut sekali ya rasul,aku pernah menmbaca dalam suatu kitab,engkau pernah menceritakan tentang Dajjal,yaitu si pembawa fitnah terbesar di muka bumi yang akan muncul pada akhir zaman,dia akan mengaku dirinya sebagai tuhan dan ada pada nya surga dan neraka, yang sebenarnya adalah sebalik dari yang kelihatan. Aku takut imanku tidak selamat ya rasul, aku takut apa yang telah aku kerjakan selama ini semuanya akan terbang tak berbekas,bagai debu yang ditiup angin,dan jika itu terjadi aku adalah penghuni abadi di dalam neraka tuhanku bersama musuh-musuhmu dulu, ya rasul, karena aku ini adalah umatmu,ku mohon,mintalah kepada Allah untuk menyelamatkan imanku,dan mewujudkan cita-citaku untuk bersatu dengan mu di dalam surga nanti.
Ya Rasul,sepertinya aku sudah kehabisan kata-kata untuk diutarakan kepadamu,aku tahu dalam ceritaku tadi mungkin banyak sekali kata-kata yang mungkin tidak pantas aku ucapkan kepada seorang kekasih Allah,titipkan salamku kepada keluargamu,Khadijh,Aisyah idolaku, anak-anakmu dan untuk sahabat-sahabatmu yang berbahagia bersamamu di surga sana.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh….
Lovely
Bintun Indunisi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar