Aku dan LDK.
Hmp,aku
bingung mau mulai dari yang mana, karena bersama LDK banyak banget kisah yang
gak asik untuk dipendam sendiri, Hmm, aku rasa sejarah awalnya dan kronologis
bergabung dengan LDK kelihatannya lebih menarik..
Hari
itu hari Rabu, pukul 11.45
Dering
sms terdengar dari handphone ku, sms dari nomor tak dikenal.
Ass..ukhti fillah,ada berita
gembira untuk kita semua para pejuang Allah, As-syifaa* sedang mengadakan OR (
Open Recruitment ) nih, yuk buruan daftar..tempat pendaftaran : di depan aula
FK,Infaq : 15.000.Wass…
“Apaan
nih ? gak penting.” Segera ku layangkan
jariku ke tombol delete yang ada di
sudut kanan. Selesai.
Tidak,
ini belum selesai, ceritaku masih panjang.
Aku
dengan segudang tugas yang sedang menungguku dengan manis di meja belajar. Aku
dengan kondisi cuaca kota Banda Aceh yang benar-benar bikin hot. Aku dengan kondisi isi di dompet
kosong,dan aku dengan ..”whaaaaaa,apa apaan nih ? kamarku kenapaaaa?”kenapa
jadi berantakan begini ? Siapa uang berani tumpahin air ke laporanku,hah ??
“itu tadi kucing masuk ke kamar kamu, mungkin dia lapar kali,” dia Lisa,
tetangga kamarku yang sipa membagi apapun denganku , dia juga kuliah di
fakultas yang sama denganku.FK. “Apppaa??? “ lengkap sudah penderitaan hidup.
Tidak,
tidak sampai disini,esoknya..
“Da,
kamu gak ikut OR As-syifaa ?” yang ini namanya Rina,dia sahabat dekatku .
“As-syifa
?? oy,kemaren aku juga dapet sms nya tuh,tapi langsung aku delete..kamu ?gimana
?”
“Aku
baru aja ngedaftar,kok di delete ka
??”sambil menyerngitkan alis,”gak ah,ngeri sama yang berjilbab sepantat, gak
asik.” Aku pulang duluan ya ?? see u na..” “ iya, see u too “ ( Allahummaftah Qalbuha li
dinika…)ckckck…
Ya,itu
aku dan kesan pertamaku dengan LDK, benar-benar cerita yang menggelikan jika
mengingat kembali masa-masa itu.
Berbicara
mengenai LDK,aku yakin semua orang juga pasti sudah tau kepanjangan dari LDK,
ya, Lembaga Dakwah Kampus,salah satu organisasi yang bergerak di bidang
keislaman dan dakwah di kampus perguruan tinggi.lembaga dakwah,sudah tentu
membahas mengenai hal-hal yang berhubungan dengan keislaman,dakwah,seruan
keagamaan dan yang paling mencolok untuk aku sebagai perempuan, JilBaBer.
Jujur,aku
muslim sejak kecil, aku terlahir dari keluarga muslim.aku diperkenalkan dan
diajarkan agama oleh kedua orangtuaku juga sejak kecil, tapi, aku hanya
muslim,bukan mukmin,aku hanya muslim,bukan muhsin,dan aku hanya muslim, bukan
muttaqin. Aku besar dan terus beranjak dewasa dangan status agama aku yang seperti
itu,aku melewati masa-masa lugunya SMP dengn status yang sama, dan masa-masa
gila SMA yang mungkin hampir saja kehilangan status tersebut.Naudzubillah….
Aku
melanjutkan studiku di Universitas Syiah Kuala, di sudut atas pulau Sumatera
jika dilihat dari peta, UNSYIAH terletak di sebuah kota yang sering disebut
sebagai Serambi Mekkah yang ditandai dengan Qanun berbasis Syariat Islam. ACEH.
ya, negeri yang Allah pernah timpakan ujian berupa Gempa dan Tsunami pada akhir
2004 lalu.
Seiring
dengan perkembangan modernisasi, banyak sekali muncul paham-paham modernisasi
yang terus mencuci otak manusia.Pemahaman mengenai perempuan berhijab
lebar,laki-laki dengan bulu-bulu halus di dagunya,kelompok-kelompok
kecil,selalu saja menjadi buah bibir masyarakat yang dihubungkan dengan aliran
sesat, terorisme, dan kekejaman Islam,dan para aktivis LDK yang memang memiliki
karakteristik berpenampilan seperti diatas juga selalu menjadi makanan yang
paling lezat untuk disantap oleh gosipnya mahasiswa. Itulah alasan bodoh yang
aku gunakan waktu itu untuk menarik diri jauh-jauh dari As-Syifaa.
Jujur,dulu
aku adalah anti As-Syifaa*. Aku adalah orang yang tidak pernah betah jika
berlama-lama shalat di mushalla As-Syifaa, aku adalah orang yang benci dan
gelisah hatiku melihat si perempuan berhijab lebar.dan apalagi jadi
pengurusnya, gak pernah terbayang. Menjadi aktivis dakwah merupakan kegiatan
yang paling lebay menurutku waktu itu,mengadakan kajian, halaqah, sebutan akhi
dan ukhti, dan ada lagi yang disebut wajibat yaumiyah, huft,,no no no..
Rabu,pukul
14.12..
Sepulang
dari kampus, aku benar-benar merasa letih, entah mengapa mataku tidak dapat ku
kendalikan,rasanya aku tidak ingin melewatkan sedetik pun untuk terlelap.dan
hal yang paling buruk saat itu,aku tidak shalat dhuhur.langsung saja kurebahkan
punggungku ke si empuk dari pulau kapuk.
Tidaaakkkkk…..!!!!
jangan dekat-dekat makhluk aneh, pergiiiiii….!!!
Maaaaa,,,,ayaaaahhhhh…tollooonggg…!!!
Aku
tidak kuasa menahan aliran air mata yang mengalir karena ketakutan,aku
benar-benar hilang arah, aku benar-benar mengutuk keadaan saat itu,kemana semua
orang ?? kenapa tidak ada yang menolongku ?? Rinaaaa…Lisaaa….!!! Tolongg…!!!
Makhluk aneh, raksasa mengerikan, memilki wajah yang lebih seram daripada hantu
yang aku tonton di film horor setiap malam jum’at. Ia terus saja mengejarku dan
memakanku hidup-hidup,lalu entah kenapa, aku hidup kembali, dan monster
mengerikan itu tidak pernah melewatkanku sedetik pun. ”kenapa ?? apa salahku
??” kemudian makhluk itu menjawab, “Kamu telah menipu tuhanmu, agamamu hanya
identitas belaka, tetapi kamu tidak
pernah bersikap seperti orang yang patuh kepada tuhannya, saat kau butuh dan
berada dalam kesempitan , kau meraung-raung memohon pertolongon Tuhanmu, namun
saat kau lapang, kau bahkan mendurhakainya, enyahlah kamu dari bumi Allah, dan carilah bumi yang lain
untuk tempat tinggalmu”. Lalu, ia mengangkatku tinggi tinggi dan melemparkanku ke kawah yang memiliki
lahar panas seperti gunung berapi. aku bisa merasakan bagaimana cairan kental
itu melumat tulangku hingga tak bersisa,mendidihkan otakku hingga tengkorakku
hancur.
Whaaaa….tidaakkkk……..!!!
“Hosh..hosh..,apa
yang terjadi ?? huft. Mimpi”
Tanpa
berpikir panjang, aku segera mengambil wudhu dan shalat untuk menenangkan
hatiku, mimpi tersebut bagaikan petir yang menyambar-nyambar kulitku di siang
hari,dalam shalat,aku tidak henti-hentinya mengeluarkan air mata, bukan karena
aku takut makhluk itu akan mendatangiku pada mimpi berikutnya, tapi karena dosa
yang telah aku kerjakan selama ini yang mungkin bisa membuatku menerima siksaan
yang lebih pedih dari itu. Kalimat istighfar tidak henti-hentinya aku lantunkan
dalam zikirku,aku tidak peduli dengan perutku yang lapar karena belum makan
siang, yang terfikir pada waktu itu adalah bagaimana caranya agar aku tidak
diusir dari bumi tuhanku, aku harus menyatakan bahwa mulai saat itu aku
BERTOBAT, aku menyesali semua kegilaan yang pernah aku lakukan, dan aku
berjanji untuk tidak akan pernah mengulanginya lagi. Aku yakin dengan sepenuh
hatiku bahwa mimpi yang baru saja aku alami adalah salah satu bukti kasih
sayang Allah, bukti bahwa Allah masih menghendaki hatiku dan memilihnya menjadi
salah satu dari hati yang terpetunjuki, dan tidak measukkanku kedalam katagori
manusia yang tergambar dalam surat Al-baqarah, fii qulubihim Maradhun fa
zadahumullahu maradha, Alhamdulillah.
Kamis,pukul
10.23 WIB
Da,
mau kemana ? buru-buru banget ? kawanin aku ke kantin yok?”
“Pendaftaran
As-syifaa masih buka gak na ? aku mau ngedaftar
nih, oy, maaf ya na, aku gak bisa kawanin kamu ke kantin, waktu dhuha udah mau
habis, aku duluan ya..”
?????
???...kamu kenapa ? sakit…?
“Daa
rinaa….” Aku hanya bisa tersenyum geli melihat Rina yang terbengong-bengong dengan
tingkahku..
Inilah
sejarah singkat perjuanganku menuju *As-Syifaa, dan akhirnya cukuplah Allah
sebagai penolongku, ni’mal maula wa ni’man nashir..
Ini
ceritaku, apa cerita mu ???
*As-Syifaa adalah nama Lembaga
Dakwah Fakultas Kedokteran UNSYIAH

Tidak ada komentar:
Posting Komentar