Powered By Blogger

Kamis, 03 Mei 2012

ini ceritaku, apa ceritamu ??


Aku dan LDK.
Hmp,aku bingung mau mulai dari yang mana, karena bersama LDK banyak banget kisah yang gak asik untuk dipendam sendiri, Hmm, aku rasa sejarah awalnya dan kronologis bergabung dengan LDK kelihatannya lebih menarik..
Hari itu hari Rabu, pukul 11.45
Dering sms terdengar dari handphone ku, sms dari nomor tak dikenal.
Ass..ukhti fillah,ada berita gembira untuk kita semua para pejuang Allah, As-syifaa* sedang mengadakan OR ( Open Recruitment ) nih, yuk buruan daftar..tempat pendaftaran : di depan aula FK,Infaq : 15.000.Wass…
“Apaan nih ? gak penting.”  Segera ku layangkan jariku ke tombol delete yang ada di sudut kanan. Selesai.
Tidak, ini belum selesai, ceritaku masih panjang.
Aku dengan segudang tugas yang sedang menungguku dengan manis di meja belajar. Aku dengan kondisi cuaca kota Banda Aceh yang benar-benar bikin hot. Aku dengan kondisi isi di dompet kosong,dan aku dengan ..”whaaaaaa,apa apaan nih ? kamarku kenapaaaa?”kenapa jadi berantakan begini ? Siapa uang berani tumpahin air ke laporanku,hah ?? “itu tadi kucing masuk ke kamar kamu, mungkin dia lapar kali,” dia Lisa, tetangga kamarku yang sipa membagi apapun denganku , dia juga kuliah di fakultas yang sama denganku.FK. “Apppaa??? “ lengkap sudah penderitaan hidup.
Tidak, tidak sampai disini,esoknya..
“Da, kamu gak ikut OR As-syifaa ?” yang ini namanya Rina,dia sahabat dekatku .
“As-syifa ?? oy,kemaren aku juga dapet sms nya tuh,tapi langsung aku delete..kamu ?gimana ?”
“Aku baru aja ngedaftar,kok di delete ka ??”sambil menyerngitkan alis,”gak ah,ngeri sama yang berjilbab sepantat, gak asik.” Aku pulang duluan ya ?? see u na..” “ iya, see  u too “ ( Allahummaftah Qalbuha li dinika…)ckckck…
Ya,itu aku dan kesan pertamaku dengan LDK, benar-benar cerita yang menggelikan jika mengingat kembali masa-masa itu.
Berbicara mengenai LDK,aku yakin semua orang juga pasti sudah tau kepanjangan dari LDK, ya, Lembaga Dakwah Kampus,salah satu organisasi yang bergerak di bidang keislaman dan dakwah di kampus perguruan tinggi.lembaga dakwah,sudah tentu membahas mengenai hal-hal yang berhubungan dengan keislaman,dakwah,seruan keagamaan dan yang paling mencolok untuk aku sebagai perempuan, JilBaBer.
Jujur,aku muslim sejak kecil, aku terlahir dari keluarga muslim.aku diperkenalkan dan diajarkan agama oleh kedua orangtuaku juga sejak kecil, tapi, aku hanya muslim,bukan mukmin,aku hanya muslim,bukan muhsin,dan aku hanya muslim, bukan muttaqin. Aku besar dan terus beranjak  dewasa dangan status agama aku yang seperti itu,aku melewati masa-masa lugunya SMP dengn status yang sama, dan masa-masa gila SMA yang mungkin hampir saja kehilangan status tersebut.Naudzubillah….
Aku melanjutkan studiku di Universitas Syiah Kuala, di sudut atas pulau Sumatera jika dilihat dari peta, UNSYIAH terletak di sebuah kota yang sering disebut sebagai Serambi Mekkah yang ditandai dengan Qanun berbasis Syariat Islam. ACEH. ya, negeri yang Allah pernah timpakan ujian berupa Gempa dan Tsunami pada akhir 2004 lalu.
Seiring dengan perkembangan modernisasi, banyak sekali muncul paham-paham modernisasi yang terus mencuci otak manusia.Pemahaman mengenai perempuan berhijab lebar,laki-laki dengan bulu-bulu halus di dagunya,kelompok-kelompok kecil,selalu saja menjadi buah bibir masyarakat yang dihubungkan dengan aliran sesat, terorisme, dan kekejaman Islam,dan para aktivis LDK yang memang memiliki karakteristik berpenampilan seperti diatas juga selalu menjadi makanan yang paling lezat untuk disantap oleh gosipnya mahasiswa. Itulah alasan bodoh yang aku gunakan waktu itu untuk menarik diri jauh-jauh dari As-Syifaa.
Jujur,dulu aku adalah anti As-Syifaa*. Aku adalah orang yang tidak pernah betah jika berlama-lama shalat di mushalla As-Syifaa, aku adalah orang yang benci dan gelisah hatiku melihat si perempuan berhijab lebar.dan apalagi jadi pengurusnya, gak pernah terbayang. Menjadi aktivis dakwah merupakan kegiatan yang paling lebay menurutku waktu itu,mengadakan kajian, halaqah, sebutan akhi dan ukhti, dan ada lagi yang disebut wajibat yaumiyah, huft,,no no no..
Rabu,pukul 14.12..
Sepulang dari kampus, aku benar-benar merasa letih, entah mengapa mataku tidak dapat ku kendalikan,rasanya aku tidak ingin melewatkan sedetik pun untuk terlelap.dan hal yang paling buruk saat itu,aku tidak shalat dhuhur.langsung saja kurebahkan punggungku ke si empuk dari pulau kapuk.
Tidaaakkkkk…..!!!! jangan dekat-dekat makhluk aneh, pergiiiiii….!!! Maaaaa,,,,ayaaaahhhhh…tollooonggg…!!!
Aku tidak kuasa menahan aliran air mata yang mengalir karena ketakutan,aku benar-benar hilang arah, aku benar-benar mengutuk keadaan saat itu,kemana semua orang ?? kenapa tidak ada yang menolongku ?? Rinaaaa…Lisaaa….!!! Tolongg…!!! Makhluk aneh, raksasa mengerikan, memilki wajah yang lebih seram daripada hantu yang aku tonton di film horor setiap malam jum’at. Ia terus saja mengejarku dan memakanku hidup-hidup,lalu entah kenapa, aku hidup kembali, dan monster mengerikan itu tidak pernah melewatkanku sedetik pun. ”kenapa ?? apa salahku ??” kemudian makhluk itu menjawab, “Kamu telah menipu tuhanmu, agamamu hanya identitas belaka, tetapi kamu  tidak pernah bersikap seperti orang yang patuh kepada tuhannya, saat kau butuh dan berada dalam kesempitan , kau meraung-raung memohon pertolongon Tuhanmu, namun saat kau lapang, kau bahkan mendurhakainya, enyahlah kamu  dari bumi Allah, dan carilah bumi yang lain untuk tempat tinggalmu”. Lalu, ia mengangkatku tinggi tinggi  dan melemparkanku ke kawah yang memiliki lahar panas seperti gunung berapi. aku bisa merasakan bagaimana cairan kental itu melumat tulangku hingga tak bersisa,mendidihkan otakku hingga tengkorakku hancur.
Whaaaa….tidaakkkk……..!!!
“Hosh..hosh..,apa yang terjadi ?? huft. Mimpi”
Tanpa berpikir panjang, aku segera mengambil wudhu dan shalat untuk menenangkan hatiku, mimpi tersebut bagaikan petir yang menyambar-nyambar kulitku di siang hari,dalam shalat,aku tidak henti-hentinya mengeluarkan air mata, bukan karena aku takut makhluk itu akan mendatangiku pada mimpi berikutnya, tapi karena dosa yang telah aku kerjakan selama ini yang mungkin bisa membuatku menerima siksaan yang lebih pedih dari itu. Kalimat istighfar tidak henti-hentinya aku lantunkan dalam zikirku,aku tidak peduli dengan perutku yang lapar karena belum makan siang, yang terfikir pada waktu itu adalah bagaimana caranya agar aku tidak diusir dari bumi tuhanku, aku harus menyatakan bahwa mulai saat itu aku BERTOBAT, aku menyesali semua kegilaan yang pernah aku lakukan, dan aku berjanji untuk tidak akan pernah mengulanginya lagi. Aku yakin dengan sepenuh hatiku bahwa mimpi yang baru saja aku alami adalah salah satu bukti kasih sayang Allah, bukti bahwa Allah masih menghendaki hatiku dan memilihnya menjadi salah satu dari hati yang terpetunjuki, dan tidak measukkanku kedalam katagori manusia yang tergambar dalam surat Al-baqarah, fii qulubihim Maradhun fa zadahumullahu maradha, Alhamdulillah.
Kamis,pukul 10.23 WIB
Da, mau kemana ? buru-buru banget ? kawanin aku ke kantin yok?”
“Pendaftaran As-syifaa masih buka gak na ? aku mau ngedaftar nih, oy, maaf ya na, aku gak bisa kawanin kamu ke kantin, waktu dhuha udah mau habis, aku duluan ya..”
????? ???...kamu kenapa ? sakit…?
“Daa rinaa….” Aku hanya bisa tersenyum geli melihat  Rina yang terbengong-bengong dengan tingkahku..
Inilah sejarah singkat perjuanganku menuju *As-Syifaa, dan akhirnya cukuplah Allah sebagai penolongku, ni’mal maula wa ni’man nashir..
Ini ceritaku, apa cerita mu ???
*As-Syifaa adalah nama Lembaga Dakwah Fakultas Kedokteran UNSYIAH

Tidak ada komentar:

Posting Komentar