Powered By Blogger

Kamis, 03 Mei 2012

sahabat dan estafet surat cinta


Sahabat dan Estafet surat cinta
 “Bu,mie ayamnya 1 ya..”! kamu pesan apa ry ?”  “ Teh botol aja satu..” ”Ok”,
 “ Bu, mie ayamnya satu, teh botolnya dua ya bu..”
Diary, begitulah kami berdua menyebut nama kami, aku Dian dan dia Nury,   sahabatku, ya, dia memang sahabat terbaik aku dari SMP sampai sekarang ini,  saking dekatnya hubungan kami, adik kelas kami tidak bisa membedakan yang mana Dian dan yang mana Nury,  mereka bilang kami memilki wajah yang hampir serupa,  padahal sih beda banget,  yang satu keturunan Chinese,  dan yang satu lagi keturunan aceh,  mungkin itu disebabkan kedekatan hubungan kami.
Aku tidak tahu darimana  asal mulanya persahabatan kami, yang kuingat semuanya bermula dari kegiatan di sekolah yang sering ku ikuti secara bersamaan, aku sama-sama menjuarai kelas pada waktu itu, dan pada saat pemilihan kandidat untuk mengikuti olimpiade, lomba kreativitas siswa, debat dan lain-lain, aku bersamanya.
“Ry, aku mu cerita deh..” “Apaaa…?? Tentang si Teddy lagi ?? “
“Hehehe…iya…kamu tau gak ry,…hehehe…”
“Kenapa ..?? apanya yang lucu sih..kamu seneng banget yaa??”
“He’eh,,sanngaaattt…hehehehe…tadi aku liat dia lagi di lapangan basket …” “Terus ?? dia liatin kamu ?? “
“Gak..”
“Hahahaha….Dian Dian,,kamu tu memang cewek paling unik tahu gak ?? kamu mau nyimpan rasa itu sampai tahun berapa heh ??” Apa susahnya sih untuk menghilangkan rasa JAIM  itu ??”
“Gak ry,,aku gak mau ada orang lain yang tau selain kamu ..karena aku gak mau dia tau, aku memang orang yang paling JAIM  ry, dan anehnya, rasa jaim itu hanya bisa luntur kalau aku udah liat muka kamu, hahaha….”
“hu, dasar..aneh….”
“Biarin…!”
Teddy, dia teman sekolahku dari SMP, dia bintang di sekolahku, bintang kelas, bintang basket, bintang mesjid, bintang kejora, eh, salah, yang ini bukan maksudku..hehehe..aku mengagumi, tidak , lebih dari itu, aku menyukainya sejak dari kelas 3 Smp, dan hingga sekarang rasa itu masih sama, aku memang tidak pernah menceritakan hal ini selain kepada Nury, sahabatku, aku tidak mau kalau berita tu sampai ke telinga Teddy, aku bisa malu banget kalau dia sampai tahu hal ini, dia pasti akan menertawaiku…oh..tidak..
“Teeeetttttt…”
“Yah, makananku belum habis ni..”
“Ayoo buruan…sekarang kelas fisika, Pak Safar, aku gak mau telat…”
Di kelas..
“Ok anak-anak, pertemuan kita hari ini cukup sampai disini, Assalamualaikum”
“Waalaikumsalam…”
“Yan,,Diaaann…!! Tungggu..! “Kenapa  din ?? kok teriak-teriak sih ?”
“Nih, aku mau kasih sesuatu dari seseorang ,,” dia Dini, teman sekelasku..“Apaan nih ?? gila, pake surat-suratan lagi, gak jaman banget…hahaha..”
“Baca aja,,,aku duluan ya ?” “ Iyaa,,sampai besok din..apaan sih ?? kamu baca gih ry ??”
“ ??? aku gak ngerti.. “Coba sini…”aku merebut kertas itu dari tagan Nury.
Liat laci meja Andri..
“Apaan sih ?? memang nya ini beneran buat aku ya ?? jangan-jangan salah alamat lagi, buang aja deh..”
“Eeittss,,,tunggu dulu, liat dulu kenapa sih ? mana tahu kan screat admirer nya kamu !! hehehe..” “Apaan sih ry , gak lucu..”
Di laci meja andry,
“Kertas lagi ??  ya ampun, ini orang maunya apa sih ?”
Lihat buku Bahasa Indonesia di bawah laci Tari, hal 78,,
Di laci tari,,
“Hah ?? kertas lagi, ya ampun, kayaknya kita lagi di bodohin sama ni orang,,,”
Lihat di bawah taplak meja kelas 2 ipa 2,
“Ya ampun , awas aja ni orang kalau ketemu, aku sate dia..”
Di kelas 2 ipa 2
“Ternyata kamu memang benar-benar mencariku.syukurlah, aku tidak salah sangka rupanya ,aku senang kamu menemukanku, dengan begitu aku tidak perlu lagi sembunyi darimu. lega rasanya bisa menipumu dengan lelucon indah ini, salam kenal..”
“Whats ?? lelucon indah ?? apa aku gak salah dengar ?”
“Cie cie ..dapet job baru ne ? hehe..”
“Apaan sih ry..ini tu namanya gak ada kerjaaan tau ? ngapain juga aku temuin orang aneh kayak gini ??”
“Hmp..hehehe,,no coment..” “Huft, seandainya aja dia Teddy..”
Seperti dapat durian runtuh , tumben gitu loh, aku benar-benar gak ngegubris pesan itu, bagiku ini benar-benar lelucon, siapa coba yang berani ngirim aku pesan-pesan aneh kayak gitu, aku tidak peduli, bahkan rasa penasaran itu pun tidak hinggap di benakku,aku benar-benar tidak peduli, rasa kantuk lebih unggul daripada rasa ingin tahu tentang kejadian itu, aku memiih tidur.
“Brukk..sesuatu jatuh dari tas Nury..”
“Apaan nih..?  notes kecil..kosong,,,eits..gak, ada tulisannya…”
“Ke depan perpustakaan, di bawah pot bunga kaktus..”
“Yan ,Dian, kamu liat deh, ini pasti orang yang kemarin lagi, kali ini tapi dia salah alamat, dia kirim ke aku..”
“Pustaka ? kaktus ? huft..ada-ada aja..” jawabku
Di depan pustaka..
“Ternyata benar, kamu masih mencariku, sekarang, aku sudah yakin, aku memang tidak perlu sembunyi lagi darimu, hilang sudah keraguanku selama ini tentangmu..”
salam kenal
“Ry, kayaknya ini orang ada maksudnya, dari kemaren ngomongnya gini-gini aja, lebay banget tau gak ?? “
“hehehe….namanya aja fans yan. Wajar dong..”
“Aku balas aja ya ..”
Salam kenal juga,
Aku gak ngerti deh,kamu itu siapa ? ada perlu apa ? dan untuk  apa semua ini ?? Dan kenapa dengan ku ?
“Yuk, balik..” “Emang kamu balas apa yan ??” tanya Nury..
“Ya gitu deh…oy,ke kantin yuk..aku laper nih..”
“Iya sekalian liat Teddy di lapangan basket juga kan ? huu..dasar…”
“Hehe..kamu memang paling ngerti aku banget ya ry…hehehe…ugh,gemes deh..kok kamu tambah gendut ya ? hahaha..”
“Heh ? enak aja,,,,kamu tu makin..”
Makin apa hah  ?’
“Hahahaha….” Kami berdua larut dalam tawa, bagiku , tak ada yang lebih indah dari persahabatan, dan aku beruntung banget punya sahabat seperti Nury, yang selalu ada di satiap kapanpun aku butuh. Aku bahkan tidak ingin dia sakit karena ku, itulah mengapa, di setiap perdebatan  kecil yang terjadi di antara kami, aku selalu mengalah, karena selain umurku yang lebih tua beberapa bulan darinya, aku juga tidak ingin hubungan kami berantakan.
“Whaaa……di balas ry…” Apa katanya yan …??”
“Iya, aku tahu, kamu pasti ingin tahu siapa aku dan ada apa dengan mu, hehe..biarkan saja lelucon ini berjalan hingga tiba saat yang tepat untuk memberitahukan mu …salam kenal, Teddy..”
“Whaaaa…..apa ini mimpi ?? auw..sakit, tidak ini bukan mimpi, kamu liat ry, ini Teddy, whaaa…hahahahha…hiks..hikss..”
“ Kok kamu nangis sih yan ?? “
“ Ry, aku gak pernah sebahagia ini, gilaa, sumpah, aku seneng banget …hahahha..Teddy , itukah kamu ?? saking senangnya, aku bingung harus ketawa atau nagis ry…hiks..hikss..”
“Cie cie..hehehe…aku ikut senang juga yan, semoga itu memang dia..kita pulang yuk..”
Di sepanjang perjalanan, jantungku berdetak lebih kencang dari biasanya, dan efek itu membuat aku kelelahan, sesampainya di rumah, aku langsung menuju kamar,ini adalah efek virus merah jambu yang paling aneh yang pernah aku rasa, aku bahkan tidak ingat kalau aku belum makan dari tadi pagi, aku tidak sabar untuk segera mendokumentasikan kejadian hari ini di diaryku, dan tidak lupa juga, update status. Hehehe…Aku berharap aku tidak pernah terbangun dari mimpi indah ini, ternyata, aku salah, aku memang tidak sedang bermimpi.
“Yan,..nih..”kata Nury sambil menodorkan secarik kertas “ Siapa, teddy ya ?? hehehe..”
“Hai, apa kabar ? maaf ya, beberapa hari ini aku tidak pernah mengirimkan surat untukmu lgi, aku sakit, kemarin aku demam,jadi aku tidak sekolah, tapi sekarang aku sudah kembali, bagaimana keadaanmu ?? apa kamu sehat-sehat aja ? aku mengkhawatirkanmu..”
Lalu aku mengayunkan pulpen ku segera untuk membalas suratnya…
“Hai juga,kamu  sakit ?? ya ampun, seberapa parahkah  ? kenapa kamu tidak memberitahuku, kalau saja kamu membertahuku, aku pasti menjenguk dan membawakanmu jeruk agar cepat sembuh, aku baik-baik saja, terima kasih telah mengkhawatirkanku..aku senang kamu kembali.”
Surat-surat kecil dari Teddy tidak pernah absen, setiap  hari dan bahkan sekarang kami menjadi semkin dekat, dia selalu menanyakan kabarku dan mengenai kegiatanku, aku benar-benar bahagia, semakin hari, teman-temanku bilang, aku semakin bersemangat, bahkan saat flu, aku juga tidak mau absen, aku bahkan tidak ingin melewatkan satu haripun tanpa ke sekolah, aku hanya ingin, Teddy selalu ada, aku ingin di saat aku menggapai cita-citaku, Teddy bersamaku, karena ia adalah semangatku, ia adalah sumber inspirasi yang membuat aku semakin ingin menjadi lebih baik dari sebelumnya, aku senang dan bahagia untuk ini, namun, ada satu hal yang mengganjal dari setiap surat itu, kenapa dia tidak pernah menyebut namaku dalam suratnya, dan satu hal lagi, kenapa surat-surat itu selalu saja kutemukan di barang-barangnya Nury, tapi aku tidak memperdulikannya, bagiku, aku bisa mendengarkan ceritanya itu sudah lebih dari cukup untukku, aku benar-banar menyukaimu, Teddy..
Wah, yan, kali ini suratnya lebih panjang.” “Benarkah ??
Salam, apa kabar ? bagaimana keadaanmu ? aku harap kau menjadi indah dalam setiap harimu, akhirnya, inilah saat yang tepat untuk memberitahumu, apa yang sebenarnya terjadi selama ini..aku tidak tahu sejak kapan rasa ini telah timbul di dalam organ yang terbesar dalam tubuhku itu, aku juga tidak tahu kenapa pikiranku selalu saja memprioritaskan dirimu dalam setiap hal yang aku fikirkan, kenapa selalu saja kamu..jujur, semangatku untuk belajar juga timbul karena kamu, kamu masih ingat saat kamu dan temanmu mewakili sekolah untuk mengikuti olimpiade se –Sumatera, saat itulah aku merasa kamu adalah semangatku, aku ingin dekat dengan semangatku saat aku sedang menggapai cita-citaku, hingga rasa semangat itu telah tumbuh menjadi rasa yang lain yang disebut ingin memilki,,aku harap kamu tidak kaget mendengarnya, aku benar-banar malu mengatakannya, bahkan menyebut namamu saja aku malu,,
Nury. Aku mencintaimu…
Kenapa ? Kenapa denganku ? kenapa tiba-tiba aku merasa sakit sekali, aku tidak kuat, butiran bening itu jatuh tanpa henti, aku melarikan diri dari hadapan Nury, ke taman belakang sekolah, aku bingung bagaimana menghentikan sakitku ini, aku juga tidak bisa menghentikan air mata yang terus tumpah tanpa henti, aku menangis sekuat-sekuatnya untuk melegakan hatiku, aku tidak memperdulikan Nury yang lari mengejarku, dia kebingungan dengan sikapku, kenapa ? kenapa harus aku ? apa yang harus aku katakan pada hatiku ? sayup sayup aku mendengar suara seseorang,ya, itu suara Dini..
“Apa ? kamu salah orang ?” itu suara Teddy..
“Ted, maafin aku, aku lupa, aku kira surat itu untuk Dian, Teddi, maafin aku, habis kamu bilang untuk cewek yang ikut olimpiade kemarin, aku gak ingat kalau Nury ikut juga, lagian, itukan surat pertama, untuk selanjutnya kan kamu sendiri yang kasih, ,jangan salahin aku sepenuhnya dong..”
Selesai, aku paham dengan semuanya, itulah kenapa Teddy tidak pernah menyebutkan namaku dalam suratnya, itulah kenapa Teddy selalu meletakkan surat itu ke dalam barangnya Nury, itulah kenapa aku merasakan sakit ini, ya, karena Nury adalah sahabat terbaikku
“Yan,,kamu kenapa sih ?? kamu nangis kenapa hah? Siapa yang udah nyakitin kamu, apa isi surat Teddy ?”
Aku menyodorkan surat itu kepadanya,,
“Yan, aku..dia langsung memelukku, aku minta maaf, aku tidak tahu apapun mengenai hal ini, aku benar-benar gak tahu kalau Teddy….
“Gak  ry, ini bukan salah kamu, dan bukan salah Teddy juga, aku yang salah, aku yang terlalu berharap,aku yang terlalu yakin dengan perasaanku, bagiku, tidak ada yang lebih indah dari persahabatan, aku tidak ingin, hanya gara-gara cinta monyet kayak gini, bisa merusak persahabatan kita, sekarang aku paham, apa yang sebenarnya yang paling indah dalam hidup, lebih baik aku kehilangan cinta yang gak pasti dan semu daripada kehilangan persabatan abadi denganmu, Nury..”
Kami berdua larut dalam haru..aku pun segera bangkit menuju rumahku yang tidak jauh dari taman belakang sekolah, tanpa kusadari, ada sepasang mata yang ikut merasa bersalah sedang mengawasiku.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar