Sahabat
dan Estafet surat cinta
“Bu,mie ayamnya 1 ya..”! kamu pesan apa ry
?” “ Teh botol aja satu..” ”Ok”,
“ Bu, mie ayamnya satu, teh botolnya dua ya
bu..”
Diary, begitulah kami
berdua menyebut nama kami, aku Dian dan dia Nury, sahabatku, ya, dia memang sahabat terbaik
aku dari SMP sampai sekarang ini, saking
dekatnya hubungan kami, adik kelas kami tidak bisa membedakan yang mana Dian
dan yang mana Nury, mereka bilang kami
memilki wajah yang hampir serupa,
padahal sih beda banget, yang
satu keturunan Chinese, dan yang satu
lagi keturunan aceh, mungkin itu
disebabkan kedekatan hubungan kami.
Aku tidak tahu
darimana asal mulanya persahabatan kami,
yang kuingat semuanya bermula dari kegiatan di sekolah yang sering ku ikuti
secara bersamaan, aku sama-sama menjuarai kelas pada waktu itu, dan pada saat
pemilihan kandidat untuk mengikuti olimpiade, lomba kreativitas siswa, debat
dan lain-lain, aku bersamanya.
“Ry, aku mu cerita
deh..” “Apaaa…?? Tentang si Teddy lagi ?? “
“Hehehe…iya…kamu tau
gak ry,…hehehe…”
“Kenapa ..?? apanya
yang lucu sih..kamu seneng banget yaa??”
“He’eh,,sanngaaattt…hehehehe…tadi
aku liat dia lagi di lapangan basket …” “Terus ?? dia liatin kamu ?? “
“Gak..”
“Hahahaha….Dian
Dian,,kamu tu memang cewek paling unik tahu gak ?? kamu mau nyimpan rasa itu
sampai tahun berapa heh ??” Apa susahnya sih untuk menghilangkan rasa JAIM itu ??”
“Gak ry,,aku gak mau
ada orang lain yang tau selain kamu ..karena aku gak mau dia tau, aku memang
orang yang paling JAIM ry, dan anehnya,
rasa jaim itu hanya bisa luntur kalau aku udah liat muka kamu, hahaha….”
“hu, dasar..aneh….”
“Biarin…!”
Teddy, dia teman
sekolahku dari SMP, dia bintang di sekolahku, bintang kelas, bintang basket,
bintang mesjid, bintang kejora, eh, salah, yang ini bukan maksudku..hehehe..aku
mengagumi, tidak , lebih dari itu, aku menyukainya sejak dari kelas 3 Smp, dan
hingga sekarang rasa itu masih sama, aku memang tidak pernah menceritakan hal
ini selain kepada Nury, sahabatku, aku tidak mau kalau berita tu sampai ke
telinga Teddy, aku bisa malu banget kalau dia sampai tahu hal ini, dia pasti
akan menertawaiku…oh..tidak..
“Teeeetttttt…”
“Yah, makananku belum
habis ni..”
“Ayoo buruan…sekarang
kelas fisika, Pak Safar, aku gak mau telat…”
Di
kelas..
“Ok anak-anak,
pertemuan kita hari ini cukup sampai disini, Assalamualaikum”
“Waalaikumsalam…”
“Yan,,Diaaann…!!
Tungggu..! “Kenapa din ?? kok
teriak-teriak sih ?”
“Nih, aku mau kasih
sesuatu dari seseorang ,,” dia Dini, teman sekelasku..“Apaan nih ?? gila, pake
surat-suratan lagi, gak jaman banget…hahaha..”
“Baca aja,,,aku duluan
ya ?” “ Iyaa,,sampai besok din..apaan sih ?? kamu baca gih ry ??”
“ ??? aku gak ngerti.. “Coba
sini…”aku merebut kertas itu dari tagan Nury.
Liat
laci meja Andri..
“Apaan sih ?? memang
nya ini beneran buat aku ya ?? jangan-jangan salah alamat lagi, buang aja
deh..”
“Eeittss,,,tunggu dulu,
liat dulu kenapa sih ? mana tahu kan screat admirer nya kamu !! hehehe..” “Apaan
sih ry , gak lucu..”
Di
laci meja andry,
“Kertas lagi ?? ya ampun, ini orang maunya apa sih ?”
Lihat
buku Bahasa Indonesia di bawah laci Tari, hal 78,,
Di
laci tari,,
“Hah ?? kertas lagi, ya
ampun, kayaknya kita lagi di bodohin sama ni orang,,,”
Lihat
di bawah taplak meja kelas 2 ipa 2,
“Ya ampun , awas aja ni
orang kalau ketemu, aku sate dia..”
Di
kelas 2 ipa 2
“Ternyata
kamu memang benar-benar mencariku.syukurlah, aku tidak salah sangka rupanya
,aku senang kamu menemukanku, dengan begitu aku tidak perlu lagi sembunyi
darimu. lega rasanya bisa menipumu dengan lelucon indah ini, salam kenal..”
“Whats ?? lelucon indah
?? apa aku gak salah dengar ?”
“Cie cie ..dapet job
baru ne ? hehe..”
“Apaan sih ry..ini tu
namanya gak ada kerjaaan tau ? ngapain juga
aku temuin orang aneh kayak gini ??”
“Hmp..hehehe,,no
coment..” “Huft, seandainya aja dia Teddy..”
Seperti dapat durian
runtuh , tumben gitu loh, aku benar-benar gak ngegubris pesan itu, bagiku ini benar-benar lelucon, siapa coba
yang berani ngirim aku pesan-pesan aneh kayak gitu, aku tidak peduli, bahkan
rasa penasaran itu pun tidak hinggap di benakku,aku benar-benar tidak peduli,
rasa kantuk lebih unggul daripada rasa ingin tahu tentang kejadian itu, aku
memiih tidur.
“Brukk..sesuatu jatuh
dari tas Nury..”
“Apaan nih..? notes kecil..kosong,,,eits..gak, ada
tulisannya…”
“Ke
depan perpustakaan, di bawah pot bunga kaktus..”
“Yan ,Dian, kamu liat
deh, ini pasti orang yang kemarin lagi, kali ini tapi dia salah alamat, dia
kirim ke aku..”
“Pustaka ? kaktus ?
huft..ada-ada aja..” jawabku
Di
depan pustaka..
“Ternyata
benar, kamu masih mencariku, sekarang, aku sudah yakin, aku memang tidak perlu
sembunyi lagi darimu, hilang sudah keraguanku selama ini tentangmu..”
salam
kenal
“Ry, kayaknya ini orang
ada maksudnya, dari kemaren ngomongnya gini-gini aja, lebay banget tau gak ?? “
“hehehe….namanya aja
fans yan. Wajar dong..”
“Aku balas aja ya ..”
Salam
kenal juga,
Aku
gak ngerti deh,kamu itu siapa ? ada perlu apa ? dan untuk apa semua ini ?? Dan kenapa dengan ku ?
“Yuk, balik..” “Emang
kamu balas apa yan ??” tanya Nury..
“Ya gitu deh…oy,ke
kantin yuk..aku laper nih..”
“Iya sekalian liat Teddy
di lapangan basket juga kan ? huu..dasar…”
“Hehe..kamu memang
paling ngerti aku banget ya ry…hehehe…ugh,gemes deh..kok kamu tambah gendut ya
? hahaha..”
“Heh ? enak aja,,,,kamu
tu makin..”
Makin apa hah ?’
“Hahahaha….” Kami
berdua larut dalam tawa, bagiku , tak ada yang lebih indah dari persahabatan,
dan aku beruntung banget punya sahabat seperti Nury, yang selalu ada di satiap
kapanpun aku butuh. Aku bahkan tidak ingin dia sakit karena ku, itulah mengapa,
di setiap perdebatan kecil yang terjadi
di antara kami, aku selalu mengalah, karena selain umurku yang lebih tua
beberapa bulan darinya, aku juga tidak ingin hubungan kami berantakan.
“Whaaa……di balas ry…”
Apa katanya yan …??”
“Iya,
aku tahu, kamu pasti ingin tahu siapa aku dan ada apa dengan mu, hehe..biarkan
saja lelucon ini berjalan hingga tiba saat yang tepat untuk memberitahukan mu
…salam kenal, Teddy..”
“Whaaaa…..apa ini mimpi
?? auw..sakit, tidak ini bukan mimpi, kamu liat ry, ini Teddy, whaaa…hahahahha…hiks..hikss..”
“ Kok kamu nangis sih
yan ?? “
“ Ry, aku gak pernah
sebahagia ini, gilaa, sumpah, aku seneng banget …hahahha..Teddy , itukah kamu
?? saking senangnya, aku bingung harus ketawa atau nagis ry…hiks..hikss..”
“Cie cie..hehehe…aku
ikut senang juga yan, semoga itu memang dia..kita pulang yuk..”
Di sepanjang
perjalanan, jantungku berdetak lebih kencang dari biasanya, dan efek itu
membuat aku kelelahan, sesampainya di rumah, aku langsung menuju kamar,ini
adalah efek virus merah jambu yang paling aneh yang pernah aku rasa, aku bahkan
tidak ingat kalau aku belum makan dari tadi pagi, aku tidak sabar untuk segera
mendokumentasikan kejadian hari ini di diaryku, dan tidak lupa juga, update status. Hehehe…Aku berharap aku
tidak pernah terbangun dari mimpi indah ini, ternyata, aku salah, aku memang
tidak sedang bermimpi.
“Yan,..nih..”kata Nury
sambil menodorkan secarik kertas “ Siapa, teddy ya ?? hehehe..”
“Hai,
apa kabar ? maaf ya, beberapa hari ini aku tidak pernah mengirimkan surat
untukmu lgi, aku sakit, kemarin aku demam,jadi aku tidak sekolah, tapi sekarang
aku sudah kembali, bagaimana keadaanmu ?? apa kamu sehat-sehat aja ? aku
mengkhawatirkanmu..”
Lalu aku mengayunkan
pulpen ku segera untuk membalas suratnya…
“Hai
juga,kamu sakit ?? ya ampun, seberapa
parahkah ? kenapa kamu tidak
memberitahuku, kalau saja kamu membertahuku, aku pasti menjenguk dan
membawakanmu jeruk agar cepat sembuh, aku baik-baik saja, terima kasih telah
mengkhawatirkanku..aku senang kamu kembali.”
Surat-surat kecil dari
Teddy tidak pernah absen, setiap hari
dan bahkan sekarang kami menjadi semkin dekat, dia selalu menanyakan kabarku
dan mengenai kegiatanku, aku benar-benar bahagia, semakin hari, teman-temanku
bilang, aku semakin bersemangat, bahkan saat flu, aku juga tidak mau absen, aku
bahkan tidak ingin melewatkan satu haripun tanpa ke sekolah, aku hanya ingin,
Teddy selalu ada, aku ingin di saat aku menggapai cita-citaku, Teddy bersamaku,
karena ia adalah semangatku, ia adalah sumber inspirasi yang membuat aku semakin
ingin menjadi lebih baik dari sebelumnya, aku senang dan bahagia untuk ini,
namun, ada satu hal yang mengganjal dari setiap surat itu, kenapa dia tidak
pernah menyebut namaku dalam suratnya, dan satu hal lagi, kenapa surat-surat
itu selalu saja kutemukan di barang-barangnya Nury, tapi aku tidak
memperdulikannya, bagiku, aku bisa mendengarkan ceritanya itu sudah lebih dari
cukup untukku, aku benar-banar menyukaimu, Teddy..
Wah, yan, kali ini
suratnya lebih panjang.” “Benarkah ??
Salam,
apa kabar ? bagaimana keadaanmu ? aku harap kau menjadi indah dalam setiap
harimu, akhirnya, inilah saat yang tepat untuk memberitahumu, apa yang
sebenarnya terjadi selama ini..aku tidak tahu sejak kapan rasa ini telah timbul
di dalam organ yang terbesar dalam tubuhku itu, aku juga tidak tahu kenapa
pikiranku selalu saja memprioritaskan dirimu dalam setiap hal yang aku
fikirkan, kenapa selalu saja kamu..jujur, semangatku untuk belajar juga timbul
karena kamu, kamu masih ingat saat kamu dan temanmu mewakili sekolah untuk mengikuti
olimpiade se –Sumatera, saat itulah aku merasa kamu adalah semangatku, aku
ingin dekat dengan semangatku saat aku sedang menggapai cita-citaku, hingga
rasa semangat itu telah tumbuh menjadi rasa yang lain yang disebut ingin
memilki,,aku harap kamu tidak kaget mendengarnya, aku benar-banar malu
mengatakannya, bahkan menyebut namamu saja aku malu,,
Nury.
Aku mencintaimu…
Kenapa ? Kenapa
denganku ? kenapa tiba-tiba aku merasa sakit sekali, aku tidak kuat, butiran
bening itu jatuh tanpa henti, aku melarikan diri dari hadapan Nury, ke taman
belakang sekolah, aku bingung bagaimana menghentikan sakitku ini, aku juga
tidak bisa menghentikan air mata yang terus tumpah tanpa henti, aku menangis
sekuat-sekuatnya untuk melegakan hatiku, aku tidak memperdulikan Nury yang lari
mengejarku, dia kebingungan dengan sikapku, kenapa ? kenapa harus aku ? apa
yang harus aku katakan pada hatiku ? sayup sayup aku mendengar suara
seseorang,ya, itu suara Dini..
“Apa ? kamu salah orang
?” itu suara Teddy..
“Ted, maafin aku, aku
lupa, aku kira surat itu untuk Dian, Teddi, maafin aku, habis kamu bilang untuk
cewek yang ikut olimpiade kemarin, aku gak ingat kalau Nury ikut juga, lagian,
itukan surat pertama, untuk selanjutnya kan kamu sendiri yang kasih, ,jangan
salahin aku sepenuhnya dong..”
Selesai, aku paham
dengan semuanya, itulah kenapa Teddy tidak pernah menyebutkan namaku dalam
suratnya, itulah kenapa Teddy selalu meletakkan surat itu ke dalam barangnya
Nury, itulah kenapa aku merasakan sakit ini, ya, karena Nury adalah sahabat
terbaikku
“Yan,,kamu kenapa sih
?? kamu nangis kenapa hah? Siapa yang udah nyakitin kamu, apa isi surat Teddy
?”
Aku menyodorkan surat
itu kepadanya,,
“Yan, aku..dia langsung
memelukku, aku minta maaf, aku tidak tahu apapun mengenai hal ini, aku benar-benar
gak tahu kalau Teddy….
“Gak ry, ini bukan salah kamu, dan bukan salah
Teddy juga, aku yang salah, aku yang terlalu berharap,aku yang terlalu yakin
dengan perasaanku, bagiku, tidak ada yang lebih indah dari persahabatan, aku
tidak ingin, hanya gara-gara cinta monyet kayak gini, bisa merusak persahabatan
kita, sekarang aku paham, apa yang sebenarnya yang paling indah dalam hidup,
lebih baik aku kehilangan cinta yang gak pasti dan semu daripada kehilangan
persabatan abadi denganmu, Nury..”
Kami berdua larut dalam
haru..aku pun segera bangkit menuju rumahku yang tidak jauh dari taman belakang
sekolah, tanpa kusadari, ada sepasang mata yang ikut merasa bersalah sedang
mengawasiku.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar